Rabu, 31 Oktober 2012

Fungsi API,Command Interpreter,Sistem Calls Dan Shell



1. API ( Application Programming Interface ) adalah sekumpulan command, fungsi, yang di gunakan oleh programer saat membangun perangkat lunak untuk suatu sistem operasi tertentu


API terdapat fungsi-fungsi dan command bahasa pemrogaman yang terstruktur dan mudah untuk di pahami programer daripada System Calls. Keuntungan API adalah dapat di gunakan pada sistem operasi apapun ,tetapi harus tersedia paket paket sistem APInya didalam sistem operasi tersebut.

2. Command Interpreter yaitu mekanisme untuk menerima perintah dari user, lalu menterjemahkannya ke dalam bahasa mesin sehingga dapat di jalankan oleh sistem.Yang berfungsi:
     - Mengeksekusi  kode program secara langsung 
     - Menterjemahkan kode ke representasi intermediate,selanjutnya mengeksekusinya. 
     - Mengeksekusi kode yang tersimpan dan dikompiler secara eksplisit sebagai bagian dari sistemkompiler.

Inti dari Command Interpreter adalah mengekseskusi perintah-perintah yang di buat oleh programer, untuk dapat di jalankan oleh sistem.

 3. System Calls adalah aturan pemanggil program aplikasi sehingga diperoleh layanan dari sebuah sistem operasi . sistem calls berhubungan erat dengan shell, Shell akan menangkap perintah-perintah yang di buat oleh programer(user), lalu perintah-perintah tersebut akan berkomunikasi menggunankan system calls. System calls sering di tulis menggunakan bahasa C dan C++. 
Fungsi dari System Calls 
Menghindarkan kompleksitas pemrograman dengan memberikan sekumpulan instruksi yang mudah serta aman.dan untuk Control proses dan memanipulasi file.  
4. Shell adalah sebuah program yang berfungsi untuk menjembatani antara user dengan sistem operasi bebasis kernel.Shell menyediakan tampilan seperti promt, sehingga user dapat mengetikan perintah-perintah baik internal command maupun eksternal command yang akan di eksekusi sebagai program, sehingga di hasilkan output yang di inginkan. Shell berfungsi
         - Sebagai penerjemah perintah (Command Interpreter)
         - Sebagai bahasa pemrograman (Programming Language) 
         - Menjalankan program-program yang bersifat executable dan nonexecutable.


Bersumber dari Wikipedia

Selasa, 30 Oktober 2012

Struktur OS Windows dan Linux



1. OS Windows memiliki 3 Sistem File yang terdapat di dalam sistem operasi ini:
  1. FAT 16: Sistem file ini di perkenalkan pada tahun 1981 melalui MS-DOS.Kekurangan dari sistem file ini, tidak mendukungan untuk kompresi, enkripsi dan kontrol akses dalam partisi.
  2. FAT 32: Hasil pengembangan dari FAT 16,Kelemahan FAT 32 tidak dapat digunankan disembarang sistem operasi.
  3. NTFS atau New Technologi File System , Kelebihan sistem file ini adalah mendukung untuk kompresi file, enkripsi data dan cluster serta peningkatan security yang jauh lebih baik.di gunakan di Windows NT dan sampai sekarang Win 7
Direktori yang terbentuk oleh Windows: 

  • Direktori C:\My Document : Berisi dokumen (data) yang di miliki oleh user.
  • Direktori C:\Program Files : Tempat menyimpan program-program yang di telah di instal.
  • Direktori C:\Windows : Berisi semua sistem dari Windows. (Device Driver, Registry,sistem 32,dll) 
 
2.Linux 
 Struktur Sistem Operasi Linux itu terdiri dari 3 komponen utama. 
    • Kernel : Bagian utama dari sebuah sistem operasi berbasis linux.kernel berfungsi untuk mengatur proses, layanan sistem dan proteksi akses ke sumber daya perangkat keras termasuk memori virtual. 
    • System Library : Kumpulan fungsi standar, agar semua aplikasi dapat berinteraksi dengan inti kernel.
    • System Utilities : Program yang bertugas mengatur dan memanage secara individual.  
Directori yang ada di linux
  •  / (Root) Merupakan directory yang dapat di akses oleh super administrator atau user root.Perhatikan saat penulisannya / tidak sama dengan /root. 
  • /bin (User Binaries)Berisi file-file ekseskusi. Direcktori ini juga menyimpan perintah yang di gunakan oleh sistem.Contoh : ps, ls, ping, grep, cp
  • /sbin (System Binaries)Fungsinya masih sama dengan /bin, perbedaannya ini untuk perintah-perintah yang di lakukan oleh administrator sistem untuk memelihara sistem.Contoh: arp, halt, shutdown, route dll.
  • /etc (Configuration Files)Berisi file yang di jalankan ketika startup, serta file-file konfigurasi semua program. Contoh: /etc/resolv.conf , /etc/logrotate.conf
  • /dev (Device Files)Berisi file device komputer. Termasuk perangkat terminal, USB atau perangkat lainnya. Contoh: /dev/tty1 ,  /dev/usbmon0 
  • /proc (Process Information)Berisi informasi tentang proses sistem, baik itu file System virtual dengan teks yang menginformasikan tentang sumber daya sistem maupun informasi tentang menjalankan proses.Contoh: /proc/uptime , /proc/{pid}

  •  /var (Variable Files) beberapa contoh nya sebagai berikut:/var/log  = berisi file-file log sistem /var/lib  = berisi paket dan file database/var/mail = email/var/spool = antrian print/var/lock = kunci file/var/tmp = temporary file yang di butuhkan saat reboot.
  • /tmp (Temporary Files)Berisi file-file sementara yang di buat oleh sistem dan user, dan akan di hapus saat sistem reboot. 
  • /usr (User Program)Berisi file-file binari, libraries, dokumentasi dan source code dari sistem.Terbagi menjadi beberapa:Yang berisi file binari untuk program (/usr/bin). Contoh : at, awk, ccYang berisi file binari untuk sistem administrator (/usr/sbin). Contoh : atd, cron, sshdYang berisi file libraries (/usr/lib)
  • /home (Home Directories)Direktori ini digunakan untuk menyimpan semua file pribadi pengguna.   Contoh: /home/nurul
  • /boot (Boot Loader Files)Berisi file-file yang berhubungan dengan boot loader, seperti initrd.img-5.2.20-12-generic
  • /lib (System Libraries)
  • /opt (Optional add-on Applications)Menyimpan file-file tambahan dari vendor tertentu yang bersifat sementara.
  • /mnt (Mount Directory)Direktori sementara tempat sysadmin men mount filesystem. 
  • /media (Removable Media Device)Direktori sementara untuk removable device. 
  • /srv (Service Data)Berisi file-file yang di perlukan oleh server.

Sumber dari Wikipedia

Senin, 15 Oktober 2012

Perbedaan Windows dan Linux



Sebagai Sistem Operasi (OS) server, Linux dirancang untuk tidak sering dimatikan dalam pengoperasiannya.
Linux dalam hal pencegahan memory leak mendapat porsi perhatian yang lebih besar dibanding pada Windows.

1. Awal perkembangannya. 

Windows memfokuskan diri pada kesederhanaan penggunaan, pendekatan pada sisi end user dan OS yang berbayar.
Linux berkembang dari dunia Unix dengan segala persoalan multi-tasking dan multi-usernya. Dengan kata lain, Linux dirancang dengan karakteristik server atau workstation high-end. Linux juga dikembangkan dengan kemampuan jaringan cukup tinggi dan sejak awal hidupnya sudah berusaha untuk berjalan pada berbagai arsitektur computer.

2. Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) 

OS Windows dan kebanyakan program-program aplikasinya, kepemilikan lisensi (rata-rata berharga $200 USD) merupakan sarat mutlak untuk penggunannya.
Sementara Linux dan program-program aplikasinya dilain pihak berlisensi gratis dan justru mendorong para penggunanya untuk menyebarluaskan perangkat lunak tersebut. 

3. Kelengkapan Program 

Windows tidak menyediakan banyak program setelah diinstal. Kalaupun ada mungkin hanya Internet Explorer, Media Player, Notepad, dan beberapa program kecil lainnya.
 Linux ,setelah diinstal akan ditemui banyak program disemua kategori program seperti Office Suite, Multimedia (Sound, Video, Graphics), Internet (Browser, Email, Chat, Downloader, Messenger, Torrent, News), 3D, Games, Utility, dll.

4. Program Aplikasi 

Windows unggul untuk aplikasi Office-nya. Diakui bahwa Microsoft Office termasuk tool yang sangat enak untuk bekerja di PC seperti menyiapkan presentasi, tulisan, laporan, agenda dll.

Linux unggul dalam aplikasi Webserver, proxy server, firewall, mail server, Samba dll.Linux biasanya lebih hemat resources (memory & harddisk) di bandingkan Windows. Sementara komunitas Linux juga berusaha keras untuk mengejar ketinggalannya dalam aplikasi Office-nya dengan mengembangkan StarOffice yang dimotori oleh Sun Microsystems agar dapat digunakan secara cuma-cuma di atas Linux.

5. Konfigurasi Sistem

Berbeda dengan program Windows yang sudah siap pakai, di Linux ada kalanya perlu menyunting file secara manual melalui command line. Tetapi dengan adanya PCLINUX Control Center, konfigurasi sistem bisa dilakukan dengan mudah. PCLINUX memiliki deteksi perangkat keras yang baik sehingga hampir semuanya berjalan secara otomatis. Dan hampir semua program di PCLINUX disertai dengan konfigurasi yang juga sudah siap pakai.

6. Dukungan Perangkat Keras

Tidak seperti kemudahan yang ditemui di Windows, terkadang suatu hardware tidak bisa bekerja di Linux. Hal ini bisa terjadi karena pembuat hardware tidak menyediakan driver versi Linux. Untungnya, belakangan ini cukup banyak vendor yang sudah memberikan dukungan driver Linux. Dan pengenalan Linux akan hardware semakin lama semakin meningkat sehingga mulai jarang terdengar permasalahan hardware di Linux.

7. Manajemen Proses

Apabila kita tekan tombol Crtl-Alt-Del pada saat sistem menjalankan Windows akan terlihat sejumlah
proses yang sedang berjalan. Kalau dihitung dari 10 dan pengguna biasa bisa mengenali sebagian besar
proses-proses ini.
Bila kita kirim perintah ps ax pada sistem Linux akan terlihat keterangan bahwa ada lebih dari 20 proses
sedang berjalan. Mereka yang tidak mendalami sistem operasi tidak akan bisa mengenalisebagian besar
dari proses-proses tersebut.

8. Sistem File 

Windows menggunakan FAT dan NTFS. Windows tidak membedakan penggunaan nama file dengan huruf besar dan huruf kecil (case insensitive). Windows mengenal juga istilah drive untuk device dan partisi. Windows memiliki MyComputer sebagai root, yang didalamnya terdapat berbagai drive dan device. Windows juga tidak bisa membaca file sistem Linux (tanpa memanfaatkan program terpisah). Di sistem file, ekstensi nama file di Windows memiliki peranan penting. 

Sementara Linux menggunakan ext2, ext3, reiserfs, xfs, jfs dan lain sebagainya. Linux dapat membaca dan menulis ke FAT32, dan dapat membaca dan menulis NTFS (eksperimental dan memanfaatkan proyek terpisah). Linux membedakan penggunaan huruf besar dan kecil dalam berbagai aspek penggunaan sistem operasi. Di Linux, istilah drive tidak digunakan. Yang digunakan adalah direktori biasa. Apabila dibandingkan dengan Windows, Linux mengenal direktori root (disimbolkan dengan /), yang didalamnya terdapat berbagai direktori dan device. Di Linux, ekstensi nama file tidak memiliki peranan penting. 

9. Waktu Pengoperasian 

Sebagai SO personal workstation, Windows akan sering dimatikan apabila ditinggalkan pemiliknya untuk menghemat listrik karena tidak akan ada orang lain yang akan menggunakan komputer itu.
Sistem Linux dirancang untuk bisa digunakan bersama-sama oleh banyak orang. Karena itu perlindungan berkas dan proses-proses milik seseorang terhadap orang lain menjadi porsi besar dari perhatian perancangnya. Pada sistem Linux (dan Windows NT/2000/XP) identifikasi user sangat menentukan hak akses pengguna. Karena itu akan banyak ditemui pengguna Linux yang bekerja dengan user root (nama super user di dunia Unix).

10. Proteksi Sistem

Karena sistem Windows biasanya digunakan orang tertentu saja, maka sistem proteksi berkas-berkas di komputer tidak menjadi perhatian utama dalam perancangan Windows. Kapanpun pengguna Windows bisa menghapus, mengganti nama, memindah lokasi direktori file apapun yang ada di sistem.
Login bukanlah keharusan bagi pengguna Windows 9x. Dengan cancel login prompt, bisa didapatkan hak akses segalanya.
Meskipun sama-sama sebagai sistem operasi (SO) komputer, Linux dan Windows memiliki perbedaan dalam banyak hal. Karena merupakan dua dunia yang berbeda, maka hampir semuanya bisa berbeda. Software yang didesain khusus untuk Windows tidak akan berjalan pada Linux, demikian juga sebaliknya. 

11. Menangani Crash

Dibandingkan dengan Windows 95/98/ME, Linux jauh lebih stabil. Namun jika mengikuti petunjuk sistemnya dengan baik, Windows XP juga cukup stabil.Unix dan Linux mempunyai sifat multi-user. Linux menjalankan aplikasi secara berbeda dengan Windows. Ketika suatu aplikasi terkunci, Anda dapat mematikannya dengan mudah. Cukup menekan kombinasi tombol Ctrl + Esc, dan dapat memilih aplikasi (atau proses) mana yang bermasalah. Dan jika sistem grafis yang terkunci, bisa berpindah ke command-prompt (dengan menekan Ctrl+Alt+F1) dan membunuh proses software secara manual. Juga tersedia pilihan untuk merestart desktop saja dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Ini berarti tidak harus melakukan reboot sekalipun sistem Linux sedang mengalami masalah.

12 Sistem Distribusi 

Windows hanya mengenal satu distribusi yaitu Microsoft. Sementara, Linux mengenal banyak distribusi yang merupakan kumpulan kernel Linux, pustaka – pustaka sistem, dan software – software yang dibungkus dengan prosedur tertentu. Yang membedakan antar distribusi bisa saja pada semua bagian tersebut (kernel yang berbeda versi dan pengaturan, software dan pustaka yang berbeda), termasuk prosedur pemaketannya.